Rincian mendalam ketersediaan data dari seluruh Indikator Utama hingga level Metode selama 3 tahun terakhir.
Setiap baris mewakili struktur indikator. Simbol centang menunjukkan data tersedia.
| KODE | STRUKTUR INDIKATOR CMS | BOBOT | 2026 | 2025 | 2024 |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Perlindungan dan Konservasi Hutan dan Ekosistemnya | 4.348% | 0.000% | 0.155% | 0.155% |
| 1.1 | Perlindungan Hutan Tetap | Maks 0.621% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Menghitung porsi kawasan konservasi atau kawasan lindung di atas total wilayah kabupaten berdasarkan RTRWK terhadap total luas hutan lindung dan konservasi yang ditetapkan di dalam SK penetapan Kawasan lindung dan konservasi. | 0.621% |
|
|
|
|
| 1.2 | Perlindungan bagi Areal yang Penting untuk Layanan Ekologi | Maks 0.621% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Persentase total area yang ditunjuk dengan fungsi perlindungan dalam rencana tata ruang dari total luas zona ekosistem esensial (KEE) di dalam kabupaten. | 0.621% |
|
|
|
|
| 1.3 | Perlindungan untuk Lahan Gambut | Maks 0.621% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Menghitung porsi luas wilayah gambut yang dimasukkan pemerintah daerah ke dalam kawasan lindung RTRWK terhadap luas lahan gambut dengan fungsi lindung yang ditetapkan Kemenhut | 0.621% |
|
|
|
|
| 1.4 | Persentase kesesuaian kebun terbangun dengan RTRW terkait perkebunan | Maks 0.621% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Menghitung kesesuaian kebun terbangun dengan RTRW terkait perkebunan. | 0.621% |
|
|
|
|
| 1.5 | Konservasi Ekosistem | Maks 0.621% | 0.000% | 0.155% | 0.155% |
| 1.5.1 | Luas kawasan NKT/SKT untuk konservasi alam | Maks 0.155% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Menghitung luas kawasan prioritas tinggi yang (misalnya NKT/SKT) yang dipetakan untuk konservasi dalam lanskap | 0.155% |
|
|
|
|
| 1.5.2 | Luas ANKT dalam kawasan peruntukan perkebunan | Maks 0.155% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Menghitung luas ANKT/tutupan hutan yang dipertahankan di dalam Kawasan Peruntukkan Perkebunan | 0.155% |
|
|
|
|
| 1.5.3 | Tersedianya data pengelolaan keanekaragaman hayati di areal perkebunan secara menyeluruh | Maks 0.155% | 0.000% | 0.155% | 0.155% |
| Metode Menyusun laporan indentifikasi dan pengelolaan keanekaragaman hayati di areal perkebunan | 0.155% |
|
|
|
|
| 1.5.4 | Luasan ANKT/tutupan hutan yang dipertahankan di dalam Kawasan Areal Peruntukan Lainnya (APL) – ANKT Desa | Maks 0.155% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Menghitung luas ANKT/tutupan hutan yang dipertahankan di dalam Kawasan Areal Penggunaan Lainnya (APL) – ANKT Desa | 0.155% |
|
|
|
|
| 1.6 | Restorasi Ekosistem | Maks 0.621% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| 1.6.1 | Luas (hektar) areal ekosistem alami yang dipulihkan di Kutai Timur | Maks 0.311% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Menghitung luas (hektar) areal ekosistem alami yang dipulihkan di Kutai Timur | 0.311% |
|
|
|
|
| 1.6.2 | Luas lahan kritis dan sangat kritis serta status kepemilikan/penguasaan yang direhabilitasi di kawasan APL | Maks 0.311% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Identifikas luasi lahan kritis dan sangat kritis secara indikatif serta status kepemilikan/penguasaan di kawasan APL | 0.311% |
|
|
|
|
| 1.7 | Regulasi/kebijakan Daerah untuk melindungi, mengkonservasi dan meningkatkan ekosistem dan lingkungan | Maks 0.621% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Tersedianya regulasi/kebijakan daerah yang mengatur: - Tidak ada penanaman baru di lahan gambut, berapa pun kedalamannya, setelah tanggal 15 November 2018 dan semua lahan gambut dikelola secara bertanggung jawab. - Pembukaan lahan tidak menyebabkan terjadinya deforestasi atau perusakan pada area mana pun yang dipersyaratkan untuk melindungi atau meningkatkan NKT atau hutan SKT. | 0.621% |
|
|
|
|
| 2 | Pencegahan Kebakaran hutan dan lahan | 4.348% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| 2.1 | Luas area yang tidak terbakar setiap tahunnya di Kutai Timur | Maks 1.087% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Persentase luas area yang tidak terbakar setiap tahunnya, baik selama tahun-tahun ekstrem maupun normal dari tahun dasar [Kawasan hutan dan APL] | 1.087% |
|
|
|
|
| 2.2 | Pencegahan dan pengendalian kebakaran di areal perkebunan | Maks 1.087% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Menghitung persentase luasan area terbakar di kawasan peruntukkan perkebunan (target 2030: 0,5%) | 1.087% |
|
|
|
|
| 2.3 | Pencegahan dan pengendalian kebakaran di areal perkebunan | Maks 1.087% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Menghitung jumlah perusahaan perkebunan yang dimonitoring dan evaluasi dalam pelaksanaan kewajibannya untuk pengendalian kebakaran lahan dan kebun. | 1.087% |
|
|
|
|
| 2.4 | Partisipasi masyarakat dalam pencegahan pengendalian kebakaran lahan dan kebun | Maks 1.087% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Menghitung jumlah Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) yang terletak di sekitar perkebunan kelapa sawit yang siaga untuk pencegahan kebakaran lahan dan kebun | 1.087% |
|
|
|
|
| 3 | Pengendalian Kualitas Lingkungan Hidup | 4.348% | 0.000% | 0.870% | 1.739% |
| 3.1 | Pengendalian Kualitas Lingkungan Hidup | Maks 0.870% | 0.000% | 0.870% | 0.870% |
| Metode Skor Indeks Kualitas Lingkungan Hidup | 0.870% |
|
|
|
|
| 3.2 | Skor Kepatuhan | Maks 0.870% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Skor kepatuhan Lingkungan Hidup | 0.870% |
|
|
|
|
| 3.3 | Pengolahan limbah perkebunan | Maks 0.870% | 0.000% | 0.000% | 0.870% |
| Metode Jumlah perusahaan yang mengolah dan memanfaatkan limbah perkebunan untuk aplikasi lahan dan sumber energi | 0.870% |
|
|
|
|
| 3.4 | Pemanfaatan biogas untuk sumber energi | Maks 0.870% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Jumlah perusahaan yang memanfaatkan biogas dari limbah cair sebagai sumber energi | 0.870% |
|
|
|
|
| 3.5 | Konversi Energi | Maks 0.870% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Jumlah energi yang terkonversikan dari olahan limbah cair | 0.870% |
|
|
|
|
| 4 | Mitigasi dan adaptasi Perubahan Iklim | 4.348% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| 4.1 | Mitigasi dan adaptasi Perubahan Iklim | Maks 4.348% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Menilai berdasarkan keberadaan dokumen rencana adaptasi/mitigasi perubahan iklim di tingkat kabupaten [RAD GRK] | 4.348% |
|
|
|
|
| 5 | Penguasaan (Tenurial) Lahan oleh Masyarakat | 4.348% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| 5.1 | Proporsi Penguasaan Lahan oleh Pekebun Swadaya | Maks 4.348% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Menghitung luas lahan yang dikelola pekebun swadaya dibagi dengan luas total lahan perkebunan di Kutai Timur | 4.348% |
|
|
|
|
| 6 | Pengorganisasian Petani/Pekebun | 4.348% | 0.000% | 0.000% | 0.483% |
| 6.1 | Pendaftaran Pekebun Swadaya(SKT/STDB) | Maks 1.449% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| 6.1.1 | Target luas lahan yang direncanakan untuk SKT/STDB perkebunan berkelanjutan di Kutai Timur | Maks 0.725% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Menghitung luasan (hektar) yang dipetakan untuk dimasukkan dalam rencana SKT/STDB untuk perkebunan berkelanjutan di Kutai Timur | 0.725% |
|
|
|
|
| 6.1.2 | Jumlah petani yang terdaftar SKT/STDB untuk perkebunan berkelanjutan | Maks 0.725% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Menghitung Jumlah petani yang terdaftar SKT/STDB/E-STDB untuk perkebunan berkelanjutan | 0.725% |
|
|
|
|
| 6.2 | Kelompok Pekebun/Tani | Maks 1.449% | 0.000% | 0.000% | 0.483% |
| 6.2.1 | Pekebun/petani yang tergabung dalam Asosiasi/Kelompok | Maks 0.483% | 0.000% | 0.000% | 0.483% |
| Metode Menghitung jumlah Pekebun/petani yang tergabung dalam Asosiasi/Kelompok Pekebun Swadaya/kelompok tani (semua komoditas) | 0.483% |
|
|
|
|
| 6.2.2 | Pekebun swadaya Sawit yang berkelompok | Maks 0.483% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Menghitung persentase jumlah petani mandiri (Sawit) yang berkelompok | 0.483% |
|
|
|
|
| 6.2.3 | Koperasi Sawit yang memiliki Internal Control System (ICS) | Maks 0.483% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Menghitung jumlah koperasi Sawit yang memiliki Internal Control System (ICS). | 0.483% |
|
|
|
|
| 6.3 | Bantuan untuk Pekebun Swadaya | Maks 1.449% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| 6.3.1 | Rasio kecukupan tenaga penyuluh | Maks 0.290% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Menghitung rasio jumlah tenaga penyuluh dibandingkan jumlah total pekebun swadaya | 0.290% |
|
|
|
|
| 6.3.2 | Jumlah penyuluh swadaya masyarakat dan perusahaan | Maks 0.290% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode "Menghitung jumlah penyuluh swadaya masyarakat dan perusahaan dalam penyuluhan bagi Pekebun kelapa sawit | 0.290% |
|
|
|
|
| 6.3.3 | Bantuan pelatihan praktik perbaikan pertanian (GAP) | Maks 0.290% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Jumlah dan jenis penerima manfaat petani dan anggota masyarakat yang menerima pelatihan dan pengembangan kapasitas pada praktik perbaikan pertanian (GAP) dan atau peningkatan pendapatan | 0.290% |
|
|
|
|
| 6.3.4 | Bantuan Paket Pelatihan ISPO | Maks 0.290% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Jumlah Pekebun yang telah mengikuti Paket pelatihan ISPO [kelembagaan, budidaya, GAP, ICS, dll) | 0.290% |
|
|
|
|
| 6.3.5 | Akses pendanaan peremajaan sawit rakyat | Maks 0.290% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Menghitung jumlah pekebun yang mendapatkan akses pendanaan perkebunan / peremajaan sawit rakyat | 0.290% |
|
|
|
|
| 7 | Ketahanan Pangan | 4.348% | 0.000% | 0.000% | 4.348% |
| 7.1 | Ketahanan Pangan | Maks 4.348% | 0.000% | 0.000% | 4.348% |
| Metode Menilai ketahanan pangan kabupaten melalui Indeks Ketahanan Pangan | 4.348% |
|
|
|
|
| 8 | Kontribusi PDRB Sektor Perkebunan | 4.348% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| 8.1 | Kontribusi PDRB Sektor Perkebunan | Maks 4.348% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Nilai dan persentase kontribusi PDRB Sektor Perkebunan terhadap PDRB total Kutai Timur | 4.348% |
|
|
|
|
| 9 | Produktivitas Lahan dan Perkebunan | 4.348% | 0.000% | 3.727% | 4.348% |
| 9.1 | Produktivitas kelapa sawit perusahaan | Maks 0.621% | 0.000% | 0.621% | 0.621% |
| Metode Produktivitas kelapa sawit TBS perusahaan [ton/ha/tahun] | 0.621% |
|
|
|
|
| 9.2 | Produktivitas kelapa sawit petani swadaya | Maks 0.621% | 0.000% | 0.621% | 0.621% |
| Metode Produktivitas kelapa sawit TBS kemitraan/petani swadaya [ton/ha/tahun] | 0.621% |
|
|
|
|
| 9.3 | Produktivitas karet rakyat | Maks 0.621% | 0.000% | 0.621% | 0.621% |
| Metode Produktivitas karet rakyat [ton/ha/tahun] | 0.621% |
|
|
|
|
| 9.4 | Produktivitas karet perusahaan | Maks 0.621% | 0.000% | 0.000% | 0.621% |
| Metode Produktivitas karet perusahaan [ton/ha/tahun] | 0.621% |
|
|
|
|
| 9.5 | Produktivitas kakao | Maks 0.621% | 0.000% | 0.621% | 0.621% |
| Metode Produktivitas kakao [ton/ha/tahun] | 0.621% |
|
|
|
|
| 9.6 | Produktivitas lada | Maks 0.621% | 0.000% | 0.621% | 0.621% |
| Metode Produktivitas lada [ton/ha/tahun] | 0.621% |
|
|
|
|
| 9.7 | Produktivitas aren | Maks 0.621% | 0.000% | 0.621% | 0.621% |
| Metode Produktivitas lada [ton/ha/tahun] | 0.621% |
|
|
|
|
| 10 | Hilirisasi dan Efisiensi Rantai Pasok | 4.348% | 0.000% | 0.000% | 1.087% |
| 10.1 | Tersedianya peta komoditas perkebunan | Maks 1.087% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Mengidentifikasi dan memetakan sebaran komoditas perkebunan di Kutai Timur | 1.087% |
|
|
|
|
| 10.2 | Tersedianya data rantai pasok kelapa sawit di Kutai Timur | Maks 1.087% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Mengidentifikasi dan memtakan rantai pasok kelapa sawit di Kutai Timur | 1.087% |
|
|
|
|
| 10.3 | Peningkatan Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) | Maks 1.087% | 0.000% | 0.000% | 1.087% |
| Metode Menghitung Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) | 1.087% |
|
|
|
|
| 10.4 | Jumlah pelaku usaha pengolahan perkebunan | Maks 1.087% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Menghitung jumlah pelaku usaha pengolahan perkebunan | 1.087% |
|
|
|
|
| 11 | Kemitraan Rantai Pasok | 4.348% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| 11.1 | Kemitraan perusahaan dan Pekebun swadaya | Maks 1.449% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Menghitung pelaku usaha perkebunan yang memiliki kemitraan dengan pekebun mandiri (terutama kemitraan penjualan hasil kebun) | 1.449% |
|
|
|
|
| 11.2 | Realisasi kewajiban kemitraan(plasma) perusahaan dan pekebun sawit | Maks 1.449% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Persentase realisasi kewajiban kemitraan(plasma) perusahaan dan pekebun sawit di Kutai Timur | 1.449% |
|
|
|
|
| 11.3 | Monitoring evaluasi Pelaksanaan Kemitraan Usaha Perkebunan Kelapa Sawit | Maks 1.449% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Menilai Pelaksanaan Kemitraan Usaha Perkebunan Sawit | 1.449% |
|
|
|
|
| 12 | Pengakuan Masyarakat Hukum Adat | 4.348% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| 12.1 | Pengakuan Masyarakat Hukum Adat | Maks 4.348% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Menghitung proporsi luas tanah adat yang telah diakui berdasarkan Surat Keputusan/Peraturan Daerah Bupati yang dilaporkan atau didaftarkan kepada KLHK/Kemendagri terhadap total luas tanah adat di kabupaten tersebut berdasarkan peta indikatif hutan adat yang dikeluarkan KLHK | 4.348% |
|
|
|
|
| 13 | Persetujuan Atas Dasar Informasi di Awal dan Tanpa Paksaan (PADIATAPA/FPIC) | 4.348% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| 13.1 | Persetujuan Atas Dasar Informasi di Awal dan Tanpa Paksaan (PADIATAPA/FPIC) | Maks 4.348% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Persetujuan Atas Dasar Informasi di Awal dan Tanpa Paksaan (PADIATAPA/FPIC) yang Terintegrasi dalam Proses Pengajuan Perizinan Perkebunan | 4.348% |
|
|
|
|
| 14 | Resolusi Konflik Lahan dan Pertanian | 4.348% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| 14.1 | Tersediannya SOP Penanganan Konflik | Maks 2.174% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Keberdaaan SOP Penanganan Konflik lahan dan pertanian di pemerintahan tingkat kabupaten | 2.174% |
|
|
|
|
| 14.2 | Jumlah konflik sektor perkebunan yang terfasilitasi tindak lanjut penyelesaiannya | Maks 2.174% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Persentase jumlah konflik sektor perkebunan yang terfasilitasi tindak lanjut penyelesaiannya | 2.174% |
|
|
|
|
| 15 | Praktik Ketenagakerjaan yang adil | 4.348% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| 15.1 | Menurunnya konflik ketenagakerjaan perkebunan | Maks 4.348% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Persentase jumlah konflik ketenagakerjaan perkebunan | 4.348% |
|
|
|
|
| 16 | Perencanaan Penggunaan Lahan Berkelanjutan | 4.348% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| 16.1 | Tersedianya kajian DDDTLH dan/atau RPPLH di kabupaten | Maks 1.087% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Keberadaan dokumen DDDTLH dan/atau RPPLH di Kutai Timur | 1.087% |
|
|
|
|
| 16.2 | Tersedianya neraca penatagunaan lahan | Maks 1.087% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Keberadaan dokumen/data Neraca data terkait penatagunaan lahan di Kutai Timur | 1.087% |
|
|
|
|
| 16.3 | Terbitnya Peraturan Daerah Kutai Timur tentang Penyelenggaraan Perkebunan Berkelanjutan | Maks 1.087% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Mengidentifikasi keberadaan Peraturan Daerah Kutai Timur tentang Penyelenggaraan Perkebunan Berkelanjutan | 1.087% |
|
|
|
|
| 16.4 | Luas dan Jenis Penerima Manfaant yang terlibat dalam praktik produksi dan/atau mata pencaharian; implementasi praktik perbaikan pertanian dan kehutanan | Maks 1.087% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Jumlah petani dan anggota masyarakat yang dipetakan untuk terlibat dalam praktik produksi dan/atau mata pencaharian | 0.543% |
|
|
|
|
| Metode Luasan (hektar) yang telah dikomitmenkan petani implementasi praktik pertanian untuk praktik- perbaikan dan kehutanan | 0.543% |
|
|
|
|
| 17 | Proporsi Anggaran Kabupaten Dialokasikan untuk Keberlanjutan | 4.348% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| 17.1 | Proporsi Anggaran Kabupaten Dialokasikan untuk Keberlanjutan | Maks 4.348% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Menghitung persentase anggaran yang dialokasikan untuk fungsi lingkungan hidup terhadap total anggaran kabupaten yang tercantum dalam APBD setiap tahun | 4.348% |
|
|
|
|
| 18 | Akses Informasi Publik | 4.348% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| 18.1 | Keberadaan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) baik untuk instansi tingkat kabupaten yang mengatur sektor | Maks 2.174% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Peraturan pemerintah daerah (Perda) atau Surat Keputusan Kepala Daerah (SK Bupati) yang menunjuk PPID di instansi yang bertugas mengatur sektor pertanian atau untuk seluruh pemerintah kabupaten | 2.174% |
|
|
|
|
| 18.2 | Sistem pengelolaan data dan monitoring yang kredibel untuk mendukung Yurisdiksi Berkelanjutan Kutai Timur | Maks 2.174% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Mengembangkan sistem terintegrasi satu data dan satu peta untuk pengukuran indikator yurisdikasi berkelanjutan Kutai Timur | 2.174% |
|
|
|
|
| 19 | Mekanisme Pengaduan | 4.348% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| 19.1 | Mekanisme Pengaduan | Maks 4.348% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Menilai pelaksanaan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional – Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR) oleh pemerintah tingkat kabupaten | 4.348% |
|
|
|
|
| 20 | Pemanfaatan Lahan dan Perkebunan Berkelanjutan | 4.348% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| 20.1 | Perkebunan Bersertifikat Berkelanjutan (ISPO, RSPO, RA, dll) | Maks 4.348% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Menghitung persentase (%) antara total luas perkebunan dan APL tersertifikasi (ISPO, RSPO, RA, dll) dibandingkan dengan total luas perkebunan dan APL di kabupaten | 1.087% |
|
|
|
|
| Metode Menghitung Jumlah perusahaan yang disertifikasi ISPO, RSPO, RA, dll. | 1.087% |
|
|
|
|
| Metode Menghitung Jumlah Pekebun Swadaya yang disertifikasi ISPO, RSPO, RA, dll. | 1.087% |
|
|
|
|
| Metode Menghitung Jumlah dan jenis penerima manfaat yang meningkat mata pencahariannya. (pendapatan rumah tangga rata-rata) | 1.087% |
|
|
|
|
| 21 | Partisipasi Multi Pemangku Kepentingan dalam Perencanaan Kabupaten | 4.348% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| 21.1 | Partisipasi Multi Pemangku Kepentingan dalam Perencanaan Kabupaten | Maks 4.348% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Mengidentifikasi keberadaan Prosedur Operasi Standar (SOP) untuk partisipasi masyarakat dalam perencanaan tata ruang dan rencana pembangunan jangka menengah dan tahunan kabupate sebagai upaya mengurangi kemungkinan terjadinya tokenism dalam proses partisipasi publik. | 4.348% |
|
|
|
|
| 22 | Kelembagaan Multipihak | 4.348% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| 22.1 | Kelembagaan multipihak( Forum) untuk pembangunan berkelanjutan | Maks 1.449% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Menilai keberadaan Kemitraan multi-pemangku kepentingan yang inklusif dikembangkan dalam inisiatif untuk memastikan realisasi dan keberlanjutan hasil | 1.449% |
|
|
|
|
| 22.2 | Forum Komunikasi Perkebunan Berkelanjutan | Maks 1.449% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Terbitnya Surat Keputusan Bupati Kutai Timur tentang Forum Komunikasi Perkebunan Berkelanjutan | 0.725% |
|
|
|
|
| Metode Tersedianya Rencana Keja FKPB | 0.725% |
|
|
|
|
| 22.3 | Forum Kolaborasi pengelolaan KEE dan Kawasan Lindung | Maks 1.449% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Terbentuknya Forum Kolaborasi pengelolaan KEE dan Kawasan Lindung | 1.449% |
|
|
|
|
| 23 | Pelaksanaan PUP (Penilaian Usaha Perkebunan) | 4.348% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| 23.1 | Terbentuk Kelompok Kerja Kepatuhan Hukum lintas sektor di Kabupaten Kutai Timur | Maks 1.449% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Ditetapkannya Kelompok Kerja Kepatuhan Hukum lintas sektor di Kabupaten Kutai Timur | 1.449% |
|
|
|
|
| 23.2 | Pelaksanaan PUP (Penilaian Usaha Perkebunan) | Maks 1.449% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Mengukur kualitas usaha perkebunan melalui Penilaian Usaha Perkebunan yaitu rasio jumlah perusahaan yang mendapatkan skor kelas I (Sangat Baik) dan II (baik) terhadap total perusahaan perkebunan di suatu kabupaten. | 1.449% |
|
|
|
|
| 23.3 | Evaluasi dan pengawasan perizinan kelapa sawit | Maks 1.449% | 0.000% | 0.000% | 0.000% |
| Metode Menghitung jumlah Izin Lokasi, IUP dan HGU Perkebunan Kelapa Sawit yang dievaluasi | 1.449% |
|
|
|
Seluruh indikator dikalkulasikan dengan nilai total maksimum 100%. Setiap Indikator Utama (Root) didistribusikan merata ke sub-indikator () dan metode pengukurannya (). Sebuah metode memperoleh bobot persentasenya secara utuh () apabila terdapat data/dokumen pembuktian pada tahun evaluasi yang bersangkutan.